Prosesor faktor penting dalam menilai performa sebuah komputer, tablet, laptop, ataupun smartphone. Untuk segmen komputer desktop dan laptop, AMD dan Intel menjadi dua merek yang kerap dikedepankan. Meski, dalam beberapa tahun terakhir, Intel dianggap lebih baik dibandingkan AMD. Namun, apakah kondisinya memang seperti itu?

Sebagai catatan, saat ini AMD meluncurkan produk barunya, yakni Ryzen dengan performa yang tidak kalah dengan produk Intel. Di sisi lain, Intel memiliki produk prosesor generasi ke-7 Kaby Lake yang memiliki performa tinggi dengan efisiensi baterai yang sangat bagus.

Harga

    Intel vs AMD Jagat Review

Hal pertama yang biasa dibandingkan dalam membeli sebuah barang adalah harganya. Demikian pula saat mempertimbangkan prosesor. Dulu, AMD kerap jadi pertimbangan saat mencari komputer dengan prosesor yang murah.

Namun, kini hal tersebut telah berubah. Alasannya, karena AMD Ryzen juga ditujukan untuk segmen high end. Di sisi yang sama, AMD tetap menarik untuk pilihan utama prosesor dengan harga ekonomis.

Kalau ingin mencari prosesor AMD murah dengan performa tinggi, tengok saja AMD A8-7600. Prosesor berbasis arsitektur Kaveri ini memiliki empat core dengan masing-masing kecepatan 3,1 GHz. Prosesor ini bisa diperoleh dengan harga US$64, dan di dalamnya sudah terintegrasi GPU Radeon R7.

Untuk segmen high end, kedua merek ini berkompetisi sengit. Intel menawarkan produk prosesor dengan jumlah core mulai dari 4 core hingga 18 core. Sementara itu, AMD menyediakan pilihan prosesor dengan jumlah core tertinggi sebanyak 16 inti.

Misalnya, Intel memiliki prosesor i7-7700K, sementara itu AMD hadir dengan Ryzen 7 1800X. Keduanya punya nilai yang hampir setara dalam tes benchmark di beberapa platform. Menariknya, harga kedua prosesor ini berselisih cukup tinggi.

Di Amazon, Anda bisa memperoleh prosesor Intel Core i7-7700K dengan banderol sebesar US$308. Sementara itu, AMD Ryzen 7 1800X memiliki harga yang lebih mahal, di angka US$419. i7-7700K memiliki 4 core dengan 8 threads. Sementara itu, Ryzen 7 1800X hadir dengan 8 core dan 16 threads.

Hanya saja, perlu diketahui bahwa harga prosesor sangat fluktuatif. Tidak menutup kemungkinan kalau Anda bakal menjumpai harga produk AMD Ryzen turun dalam beberapa bulan mendatang. Anda harus sabar dan tidak mudah tergiur dengan produk baru kalau ingin memperoleh prosesor bagus dengan harga murah.

Performa

Intel & AMD PCWorld

 

Terkait masalah performa, kedua merek prosesor ini memang punya triknya masing-masing. Sejak tahun 2002, Intel mengandalkan teknologi hyper thread sebagai cara meningkatkan performa prosesor. Teknologi ini membuat setiap core pada prosesor bekerja secara optimal.

Teknologi prosesor dari Intel pun terbilang komplet. Mereka menawarkan prosesor dengan kemampuan tinggi dan punya disipasi panas yang rendah. Dengan kondisi seperti itu, prosesor Intel bisa dioperasikan secara maksimal tanpa perlu khawatir komputer panas.

Di sisi lain, AMD kerap mengandalkan jumlah core yang banyak pada produk prosesornya. Hasilnya memang terlihat jelas, prosesor AMD di atas kertas memiliki performa lebih baik. Hanya saja, masalah muncul karena prosesor tersebut menimbulkan dampak disipasi panas yang tinggi.

Permasalahan ini juga masih belum diselesaikan dalam produk AMD Ryzen. Kalau Anda tidak terlalu mempermasalahkan panas berlebih, AMD menjadi pilihan menarik. Tentu saja, Anda juga harus menyiapkan sistem pendingin yang bagus. Misalnya, saat menggunakan AMD Ryzen 5 1600X, bisa mengombinasikannya dengan pendingin cair.

Prosesor ini memang menjadi godaan tinggi karena performa 6 core di dalamnya. Apalagi, prosesor ini memiliki banderol yang cukup ringan, hanya US$229. Prosesor ini memperlihatkan kemampuannya secara maksimal saat digunakan untuk bermain game atau multitasking.

Dengan kemampuan tersebut, tidak heran kalau AMD masih menjadi pesaing utama Intel di segmen prosesor untuk desktop dan notebook. Mereka pun tinggal mencari cara paling efektif untuk mengatasi masalah panas. Di sisi lain, Intel harus terus berupaya untuk meningkatkan kecepatan prosesornya agar tidak disalip AMD.

Kemampuan grafis

Intel & AMD Grafis Hansen Techno – blogger

 

Bagi seorang gamer, kartu grafis terintegrasi bukan menjadi pertimbangan dalam memilih komputer. Mereka cenderung menggunakan kartu grafis diskret dalam memainkan berbagai game yang berat, misalnya seperti The Witcher 3.

Namun, kondisinya berbeda kalau komputer digunakan untuk bermain game yang sederhana dan tidak terlalu berat. Peran kartu grafis terintegrasi cukup krusial dan kerap jadi pertimbangan utama. Contohnya, saat ini, Intel Graphics pun bisa dipakai untuk bermain game Overwatch.

Untuk segmen menengah ke bawah, AMD Radeon membuat nama AMD berkibar. Namun, keberadaannya kini mulai diancam oleh teknologi grafis Iris Pro milik Intel. Apalagi, untuk segmen high end, AMD Ryzen tidak dilengkapi dengan integrasi grafis apapun.

Overclocking

 

Intel & AMD Overclocking Asus’ ROG

 

Bagi seorang karyawan, kemampuan prosesor terkait overclock sangat tidak penting. Namun, hal berbeda di kalangan gamer. Overclock membuat komputer bekerja lebih optimal. Tidak heran kalau ada produk yang sengaja dipasarkan dalam kondisi tidak terkunci atau unclocked.

Lalu, bagaimana posisi Intel dan AMD dalam hal ini? Secara umum, AMD memberi kemudahan bagi seorang gamer dalam melakukan overclock. Untuk segmen menengah, mereka memiliki prosesor A-series yang bisa dengan mudah di-overclock. Sementara itu, Intel Pentium G3258 menjadi produk yang relatif cukup mudah diotak-atik.

Secara khusus, Intel memberikan kemudahan bagi para overclocker pada segmen high end.  Misalnya, Intel i7-7700K yang bisa memperoleh kecepatan mencapai 4,5 GHz dalam kondisi turbo. Pencapaian ini pun hampir mirip dengan AMD Ryzen 7 1800X yang bisa ditingkatkan kecepatannya menjadi 4,2 GHz.

Untuk kasus yang lebih ekstrem, kecepatan prosesor Intel bakal jauh lebih tinggi. Terutama, kalau menggunakan pendingin cairan helium. Berbekal pendingin tersebut, prosesor Intel i7-7740K menjadi lebih powerful dengan kecepatan mencapai 7,5 GHz. Namun, perlu menjadi catatan. Terkait overclocking, menyediakan sarana pendingin yang tepat merupakan faktor krusial.

Ketersediaan dan dukungan

Intel & AMD Pro blogger

 

Prosesor dengan performa tinggi, TDP yang rendah, ataupun harganya semurah apapun bakal tidak laku di pasaran kalau tidak dilengkapi dukungan yang kuat. Dukungan dalam hal ini adalah, kompatibilitas prosesor tersebut dengan komponen lain di pasaran. Secara khusus, pilihan motherboard yang kerap membuat Intel lebih unggul dibandingkan AMD di pasaran.

Intel menggunakan soket prosesor yang disebut dengan nama Land Grid Array (LGA).  Sementara itu, AMD menggunakan soket AM4 yang berbasis Organic Pin Grid Array (OPGA). Perbedaannya yang paling mencolok adalah pada lokasi pin. Pada soket LGA, pin ada pada CPU. Sementara OPGA, pin terletak di motherboard.

Jumlah motherboard di pasaran yang menggunakan soket LGA relatif lebih banyak dibandingkan motherboard AM4. Namun, hal ini bisa saja berubah kalau prosesor AMD Ryzen berhasil menarik perhatian para konsumen.

Kesimpulan

Pada akhirnya, pemilihan prosesor kerap disesuaikan dengan selera masing-masing. Hanya saja, seorang gamer memiliki kecenderungan memilih komputer dengan prosesor AMD. Sementara itu, mereka yang memakai komputernya untuk aktivitas pekerjaan atau mengerjakan tugas sekolah, lebih suka prosesor Intel.

Lalu, bagaimana dengan pilihan Anda saat ini? Apakah memilih menggunakan prosesor Intel atau AMD?

Author

Write A Comment